Maret 11, 2026

JALAN DESA LAGOSI MENUJU BALENG MEMPRIHATINKAN, JANJI PERBAIKAN TAK KUNJUNG TERLIHAT

Cyberupdate.id – Wajo, 4 November 2025 — Kondisi jalan Desa Lagosi menuju Baleng, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, kini semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pertanian, dan pendidikan tersebut mengalami kerusakan parah di berbagai titik. Lubang besar, permukaan bergelombang, hingga genangan air saat hujan menjadi pemandangan sehari-hari.

Padahal, jalan ini merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan beberapa desa dan menjadi tumpuan masyarakat untuk mengangkut hasil bumi menuju pasar. Namun, hingga kini belum ada upaya perbaikan berarti dari pemerintah daerah.

Salah seorang warga setempat, Aco, menyampaikan keluhannya.

“Sudah bertahun-tahun kami berharap jalan ini diperbaiki. Katanya mau dikerjakan lewat anggaran perubahan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda alat berat turun. Kalau hujan, jalan berubah jadi kubangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wajo sempat menyampaikan bahwa perbaikan ruas jalan Lagosi–Baleng akan dilaksanakan melalui anggaran perubahan tahun 2025. Namun, hingga memasuki bulan November, belum terlihat aktivitas pekerjaan di lapangan.

Menanggapi kondisi ini, Lembaga Wajo Anti Corruption (WAC) turut memberikan kritik tajam terhadap lambannya realisasi janji pemerintah daerah.

Ketua WAC, Andi Arbina , menilai bahwa lambatnya realisasi perbaikan jalan merupakan bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kebutuhan dasar masyarakat.

“Setiap tahun masyarakat hanya diberi janji, tanpa realisasi. Padahal jalan ini sudah rusak berat dan sangat menghambat perekonomian warga. Pemerintah harusnya transparan: kalau memang belum siap anggaran, sampaikan. Jangan terus-menerus menenangkan warga dengan janji kosong,” tegas Andi Arbina.

WAC juga meminta agar DPRD Kabupaten Wajo melakukan fungsi pengawasan terhadap kinerja Dinas PUPR.

“Kami berharap DPRD tidak diam. Harus ada tekanan politik agar proyek infrastruktur rakyat tidak hanya berhenti di meja pembahasan anggaran,” tambahnya.

Masyarakat Lagosi dan Baleng kini hanya bisa berharap agar janji perbaikan jalan tersebut segera direalisasikan sebelum musim hujan semakin memperburuk kondisi.

“Kami tidak butuh janji, kami butuh jalan yang bisa dilalui,” tutup Aco dengan nada kecewa.

Rilis : Dewi