Maret 10, 2026

Dena, Dari Cleaning Service hingga Wakil Bupati Majalengka: Perjalanan Anak Kampung yang Tak Lupa Akar

Cyberupdate.id – MAJALENGKA – Dena, Wakil Bupati Majalengka kelahiran Bandung tahun 1989, adalah potret nyata bahwa kerja keras dan ketulusan bisa membawa seseorang melampaui batas keterbatasan. Ia tumbuh dari keluarga sangat sederhana—bahkan untuk membayar uang sekolah pun orang tuanya sering kesulitan.

“Waktu SD, saya sering nggak bisa bayar SPP. Pernah bawa surat tidak mampu hanya agar bisa tetap sekolah,” kenangnya, tenang.

Namun kesulitan itu tak membuatnya menyerah. Sejak usia remaja, Dena sudah terbiasa hidup mandiri. Ia menjual beras, gorengan, apapun yang halal demi membantu ekonomi keluarga.

Setelah lulus SMA, ia tak langsung kuliah. Ia justru bekerja sebagai cleaning service di sebuah asosiasi pengusaha. Bagi Dena, bekerja bukan soal gengsi, melainkan soal tanggung jawab.

“Kerja ya kerja. Saya nggak lihat posisi, yang penting saya bisa bantu orang tua dan tetap jujur,” ujarnya.

Yang menarik, Dena tak hanya kuat secara mental, tapi juga teguh dalam menjaga nilai spiritual. Sejak kecil, ia rutin menjalankan puasa sunah Senin-Kamis. Bukan karena ingin dianggap religius, tapi sebagai cara untuk melatih diri tetap kuat dan terarah.

Dari cleaning service, Dena perlahan membangun usaha. Jalan yang ditempuh tentu tak selalu mulus—ia mengalami kegagalan berkali-kali. Namun ia tak pernah berhenti mencoba. Baginya, kegagalan adalah bagian dari proses belajar, bukan akhir dari perjalanan.

Ketekunannya membuahkan hasil. Kini, Dena dikenal sebagai pengusaha muda sukses dengan kekayaan pribadi yang mencapai miliaran rupiah. Meski begitu, ia tetap rendah hati dan tak pernah melupakan masa lalunya.

Saat kemudian dipercaya masyarakat untuk mendampingi Bupati sebagai Wakil Bupati Majalengka, Dena melihatnya bukan sebagai puncak prestasi, melainkan amanah.

“Buat saya, ini bukan soal jabatan. Ini soal tanggung jawab dan memberi manfaat. Karena saya tahu betul rasanya jadi orang kecil yang butuh uluran tangan,” tegasnya.

Kisah Dena adalah pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang posisi atau kekayaan, tetapi tentang ketulusan, konsistensi, dan keberanian untuk terus melangkah—apa pun rintangannya.

(Mellisa)